timor

tiba-tiba sulit sekali membaca matamu
bola abu-abu yang mendadak liar
di kerumunan kecemasan sejarah

“cendana tak ditanam lagi,” – ujarmu
lalu kita nyelinap ke dalam perdu
membaca lagi peta di atas karang
mencari desa yang kehilangan namanya

lalu kita putuskan untuk telanjang
karena tak ada lagi yang menenun
perempuan pergi ke ladang tanpa hujan
lelaki menebangi cemara
anak-anak memilih jalan raya

menjelang petang aku kembali ke hotel
tanpamu. Secangkir kopi dan sepotong blues
menghadirkan jakarta di selembar koran dan televisi
yang tanpa malu-malu melupakanmu

nanoq da kansas

15 komentar:

The Dexter mengatakan...

Yaaa.... Tiada mengapa kamu lupakan diriku..hahaha...
Aku selalu ga bisa komentar di setiap puisimu.

zener_lie mengatakan...

aku tak mengerti maksud puisi ini :) bisa dijelaskan tidak? maaf

Malaikat Kecil mengatakan...

aduhh, aku suka sekali ini!

melati mengatakan...

di mana-mana modernisasi membawa perubahan bli, dan kadang-kadang ada yang terpinggirkan.... ufh, terlupakan.... mungkin juga akar budaya tercerabut.... di mana lagi kita harus berpegangan.....

Linda Belle mengatakan...

bli'..
hhmmm...bingung mo nulis apaan hehe...

apakah ini ttg timor yg dulu kepunyaan RI dan skrg terlupakankah?ato ttg daerah timur yang dicuekin ama pemerintah? hihihi....

maap lg gak mudeng...barusan ke tmp kabasaran, msh berfantasi ria sambil goyang duyu :D

JengSri mengatakan...

Mungkinkah ini Timor untuk bangsaku?

goenoeng mengatakan...

cendana tak ditanam lagi, tapi
jakarta ada dimana2 ! huh !

:)

Doa di Putik Kamboja mengatakan...

kemanakah arah kota saat ini. seorang membaca laju waktu. menjadi ingatan yang ragu. tak sia-sia perjalan. secangkir kopi dari air matanya di habiskan segera. aku demam di ruang tamu. tak adakah yang disisihkan dari waktu?

haris mengatakan...

aku suka ini: "anak-anak memilih jalan raya". bagus pak!

mas bejo mengatakan...

aku (juga semua orang Indonesia kurasa...) mulai kesulitan membaca Indonesia....

bagaimana dan dari mana pun di baca... Indonesia lebih membingungkan dr puisi bang nanoq ini....

badrul munir chair mengatakan...

timor itu kita, indonesia yang melupa...

The Dexter mengatakan...

Bang, apa kabarmu? Lama tiada sua darimu.
Salam buat elang.

Management Consultant mengatakan...

hany orang seni yang dapat mendalami maksud sesebuah puisi, bukan begitu kawan??

habbats ramdhan mengatakan...

Terima Kasih sudah posting artikel yang bermanfaat. Semoga Sukses dan Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini
MaduHabbatussaudaJual Minyak HabbatussaudaMinyak ZaitunProduk HabbatsProduk HerbalObat HerbalHabbatussauda Dosis TinggiHabbats.co.idHabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwareMadu Anak SuperMadu Anak CerdasJual Madu Anak SuperPusat Jual Madu Anak SuperJual Madu SuperMadu Anak SuperJual Madu AnakToko Madu AnakAgen Madu Anak SuperDistributor Madu Anak Super

situs poker mengatakan...

Mantap gan :)

Agen Bola
Agen Poker
Agen Sbobet
Agen Judi Bola
Bandar Bola
Situs Taruhan Bola
Website Taruhan
Website Taruhan
Agen Bola
Agen Poker
Bandar Bola
Agen Bola

Posting Komentar