Standar Sekolah Kita

Belakangan ini media-media nasional gencar menyoroti keberadaan RSBI atau Rintisan Sekolah Bestandar Internasional yang bermunculan di Tanah Air. RSBI ini merupakan ide dan gagasan para pemegang kebijakan di sekolah-sekolah negeri, baik tingkat SMP maupun SMA di berbagai kota. Alasan utama dan paling sederhana atas gagasan tersebut tentu saja demi peningkatan mutu pendidikan agar bisa menyamai sekolah-sekolah di luar negeri.

Jika saja hal ini kemudian tidak malah menjadi beban yang terlalu besar bagi masyarakat utamanya orang tua siswa, tentu saja tidak ada masalah. Mau dibuat berstandar kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional, internasional atau pun berstandar antar galaksi (kalau ada), masyarakat pastilah mendukung. Sebab kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan saat ini sangatlah besar. Dalam dunia pendidikan ini, kesepahaman masyarakat sudah menyatu dalam satu titik, bahwa pendidikan untuk generasi ke depan memang harus lebih baik dan lebih bermutu!

Tetapi ketika sampai pada titik yang lain, yakni biaya pendidikan itu sendiri, masyarakat pun terpaksa harus kembali ke titik nol alias mengaku tak berdaya. Ini pun bukan sesuatu yang mengada-ada. Sebab faktanya, ekonomi masyarakat kebanyakan di negeri ini, sampai saat ini, ternyata belumlah mencapai standar apapun. Jangankan standar nasional, untuk mencapai standar kabupaten saja masih jauh. Coba saja kita lihat pendapatan umum masyarakat kita, coba kita lihat upah buruh di negeri ini, bahkan untuk bisa sesuai dengan standar kabupaten saja sulitnya setengah mati.

Di samping itu, gagasan dan keberadaan sekolah berstandar nasional maupun internasional masih menjadi keraguan kita bersama. Sejauh ini masih sangat sulit rasanya kita percaya mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan meningkatkan status sekolah secara administratif. Padalah kenyataannya pula, apapun status yang disandang oleh sekolah-sekolah di negeri ini memang hanya sebatas status atau standar administratif alias hanya berhenti pada label atau cap. Sementara itu isi di dalamnya, kita sama-sama tahu bahwa kondisi sebagian besar sekolah-sekolah negeri kita saat ini tak lebih baik dari sebuah tempat kursus massal. Hal ini dengan mudah dapat dilihat dari kondisi yang sangat sangat sangat buruk atas keberadaan laboratorium, perpustakaan serta fasiltas-fasilitas pendukung lainnya yang seharusnya dimiliki setiap sekolah.

Dengan menyandingkan kondisi ekonomi masyarakat yang masih morat-marit dan kondisi sekolah yang masih amburadul ditambah kondisi intelektual para tenaga pendidik yang masih separuh primitif, seharusnya kita malu memasang label berstandar internasional pada sekolah kita!

nanoq da kansas

5 komentar:

Sigit Purwanto mengatakan...

kalau saja pihak terkait mengetahui apa yang sesungguhnya dibutuhkan, tentunya dari hal yang terkecil hingga yang besar bisa terselesaikan. tapi kenyataannya mereka hanya melihat, mendongak ke atas lalu memaksakan potongan pazel yang tidak cocok dengan tempatnya..

jangan sampai terjadi seperti yang sudah - sudah, yaitu sistem percobaan..

Rini Intama mengatakan...

Jika saja Pemerintah kita mau membuka mata, berlapang dada menerima semua kekurangan kekurangan dan menerima kenyataan, belajar dari pengalaman bahwasanya kita memang harus mempersiapkan diri membuat sebuah terobosan, nasional atau international itu !

buktinya sumber daya kita masih belum memadai, kecuali uang sekolah berstandard international yang terus melambung.....

Lonk mengatakan...

Simple saja,,menurut saya,"mereka-mereka" seperti 'ayam berkokok dalam kandang'tak melihat kiri dan kanan,apalagi melihat yg diluar,Lawatan2 keluar negeri yg sudah menjadi hobi,semuanya tak ada gunanya,karna "mereka" tak punya memori tuk merekam semua itu.
Standar Internasional,,katanya, Apa mereka masih ingat bagaimana standar kualitas sekolah2 di negara lain.
Negara kita sangat tertinggal jauh dr segi infrastruktur apalagi kualitasnya.
Yang bikin heran,,,kenapa biaya sekolah di negara kita jauh lebih mahal,,,

Nggak usah jauh2,,lihat saja negara2 tetangga yang dulu di bawah level kita? Sekarang,,,??

"GO INTERNASIONAL BUKAN BERARTI RAKYAT HARUS MENJADI TUMBAL" ,,,(bersambung)

habbats ramdhan mengatakan...

Terima Kasih sudah posting artikel yang bermanfaat. Semoga Sukses dan Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini
MaduHabbatussaudaJual Minyak HabbatussaudaMinyak ZaitunProduk HabbatsProduk HerbalObat HerbalHabbatussauda Dosis TinggiHabbats.co.idHabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwareMadu Anak SuperMadu Anak CerdasJual Madu Anak SuperPusat Jual Madu Anak SuperJual Madu SuperMadu Anak SuperJual Madu AnakToko Madu AnakAgen Madu Anak SuperDistributor Madu Anak Super

bandar bola mengatakan...

Agen Bola
Agen Poker
Agen Sbobet
Agen Judi Bola
Bandar Bola
Situs Taruhan Bola
Website Taruhan
Website Taruhan
Agen Bola
Agen Poker
Bandar Bola
Agen Bola

Posting Komentar