
hari ini
di pundakmu itu, pak tua
barangkali terpikul harapan istri
dan anak di rumah
tentang hari esok yang lebih baik
tetapi di pundakmu itu pula, pak tua
hari ini kita saksikan
beban negeri yang makin memberat
karena utang-utang yang harus dibayar
padahal semua itu terjadi
karena perilaku korup mereka yang di atas
yang justru pernah berjanji
di pundakmu itu, pak tua
barangkali terpikul harapan istri
dan anak di rumah
tentang hari esok yang lebih baik
tetapi di pundakmu itu pula, pak tua
hari ini kita saksikan
beban negeri yang makin memberat
karena utang-utang yang harus dibayar
padahal semua itu terjadi
karena perilaku korup mereka yang di atas
yang justru pernah berjanji
akan memperjuangkan nasibmu
teks: nanoq da kansas
foto: de'a yogantara
5 komentar:
hari ini saya terharu, bli nanoq, orangtua yang begitu sederhana dalam memandang hidup, kadang ingin dapat seperti itu bli...
betapa kontrasnya kehidupan sang koruptor dan bapak tua ini..
yg satu perutnya sakit karena kekenyangan melahap makanan lezat yg didapat dr korupsi, yg satu perutnya sakit karena sedikit nasi bungkus yg didapat dr hasil keringatnya harus dia bagi rata dengan anggota keluarganya..
mas.. fotonya bikin aku nangis..
ya... esok pun kita bisa menjadi 'penerus' mereka itu. Tanpa terkecuali.
waktu muda kita merona...
waktu tua kita bertanya...
kenapa... kanapa... kenapa...
padahal sebal cuma sekepal...
tapi sesal selalu menebal...
mantap gan artikel nya
Agen Bola
Agen Poker
Agen Sbobet
Agen Judi Bola
Bandar Bola
Situs Taruhan Bola
Website Taruhan
Website Taruhan
Agen Bola
Agen Poker
Bandar Bola
Posting Komentar