Israel - Palestina

Tuhan Yang Maha Tahu dan Sepotong-sepotong yang Saya Tahu
Ada beberapa teman, baik secara langsung maupun tidak, menghubungi dan meminta saya untuk membuat “sekedar pendapat” soal perang Israel dan Palestina di Gaza. Ada yang mengajak agar pendapat saya tersebut memihak kepada Palestina, ada yang mengajak membela Israel, ada pula yang mengajak saya berada di tengah-tengah tetapi secara tegas agar saya menolak perang tersebut.

Saya risau. Jangankan untuk terlibat dengan perang Israel-Palestina yang begitu jauhnya dari dusun dan negara saya, bahkan untuk prosesi politik di negeri sendiri saja saya memilih menjadi golput karena berulangkali sudah merasa kecewa atas semua perlakuan politik itu sendiri terhadap dusun, negara, tetangga dan seluruh warga di negeri demokratis ini.

Saya tidak ingin berpendapat apa-apa atas drama yang selama ini dipertontonkan oleh Israel dan Palestina, karena saya tak ingin sok-sokan membicarakan atau pun membawa suatu kebenaran apapun bagi siapapun juga. Sementara apa yang diperbuat oleh Israel dan Palestina selama ini, sampai detik ini, adalah konon soal kebenaran. Mereka saling bersikukuh dengan kebenaran masing-masing, meskipun ironisnya, kebenaran yang diyakini Palestina sampai detik ini justru telah menghilangkan begitu banyak nyawa warganya sendiri yang konon mereka perjuangkan. Dan demikian pula sebaliknya Israel.

Alangkah muskilnya bagi saya untuk ikut mencampuri apapun di Israel maupun Palestina, karena mereka sama-sama berdiri di atas kebenaran masing-masing. Jangankan saya sendiri, Perserikatan Bangsa-Bangsa, para presiden dan para raja di dunia, para pemuka agama seluruh dunia dan mungkin Tuhan saja tak bisa meredam nafsu berkelahi di kedua negeri ini. Sebab kalau saja Tuhan dengan ke-Maha Kuasa-anNya bisa mencampuri urusan mereka, pastilah keduabelah pihak yang sama-sama golongan manusia itu sudah sejak lama nyadar dan berhenti berperang.

Saya juga tidak ingin terprovokasi. Karena kebenaran yang diusung oleh kedua pemain drama ini adalah provokasi. Keduabelah pihak sama-sama provokator untuk timbulnya perselisihan di dunia, di muka bumi ini. Separuh abad 20 yang lalu hingga di fajar abad 21 yang diharapkan lebih baik ini, telah dihabiskan oleh Isreal dan Palestina untuk memprovokasi umat manusia di dunia agar berselisih pendapat bahkan ikut berkelahi satu sama lain. Sementara itu mereka tetap saja enak-enakan bermain drama perang-perangan di sana.

Ya, mereka memang hidup enak-enakan dengan dukungan biaya yang luar biasa entah dari mana saja. Coba kalau tidak enak-enakan dan merasa enak, pasti sudah lama mereka berhenti berperang. Perang, bagi Israel dan Palestina akhirnya adalah sebuah cara hidup, sebuah way of life yang mereka pilih agar tetap eksis di bumi sembari menikmati uang berlimpah yang mereka dapatkan dari para sponsor masing-masing. Coba saja lihat, bertahun-tahun bertikai, toh mereka tetap saja gemuk-gemuk dengan fasilitas yang 1000000 kali lebih baik dibandingkan warga korban lumpur Sidoarjo, dibandingkan para gepeng di pinggiran metropolitan Jakarta, dibandingkan warga pedalaman Papua, dibandingkan para petani di seantero pedesaan Pulau Jawa atau NTT.

Bahkan dibandingkan dengan negara Indonesia, Palestina juga jauh lebih sejahtera. Indonesia sampai hari ini masih berkutat dengan masalah kelangkaan energi, berkutat dengan harga sembako yang tak terjangkau, berkutat dengan anak-anak putus sekolah, berkutat dengan warga miskin nan tak kunjung habis, mereka (Palestina) dengan enteng bisa membeli bedil, granat, bom, rudal, mortir, tank, dsb dsb.

Apalagi Israel, wah, tidak usahlah dihitung-hitung bagaimana sejahteranya hidup mereka, sehingga dengan enteng bisa membuang-buang duit negara buat beli pesawat tempur super canggih.

Dan bagaimana saya tidak mengatakan mereka Palestina dan Israel atau Israel dan Palestina, bermain drama? Semua yang mereka lakukan di situ adalah ngguyu. Adalah guyonan tak berujung yang mereka lakukan dengan penuh kecengengan. Israel ceritanya adalah aktor yang mendapat bagian memerankan karakter kasar, sementara Palestina ceritanya mendapat bagian untuk memerankan karakter tertindas yang harus bisa mengeluarkan air mata palsu. Begitulah keduanya bermain, di panggung yang mereka seting sedemikian rupa, agar tetap bisa mempermainkan perasaan para penonton di seantero dunia.

Mereka asyik di sana. Sebab kalau tidak asyik, sudah dari dulu mereka berhenti. Terutama bagi aktor yang bernama HAMAS di Palestina, kalau saja mereka misalnya benar-benar dan serius ingin berperang secara jantan melawan Israel, tentulah akan memilih lokasi perang yang jauh dari kawasan tempat tinggal warga sipil. Mereka akan segera menarik diri ke tempat yang netral dari penduduk, untuk berkelahi atau kalau bisa, menghabisi Israel. Atau, apa sih susahnya jika misalnya warga sipil, kaum perempuan, nenek-nenek, kakek-kakek dan anak-anak Palestina mengusir para tentara Hamas agar membuat medan perang yang jauh dari rumah mereka. Bandingkan dengan perang grilya Pemuda Pejuang Kemerdekaan Indonesia dulu saat menghadapi tentara NICA. Para Pemuda saat itu berperang sampai titik darah penghabisan tanpa melibatkan penduduk sipil dan menjauh dari kawanan tempat tinggal warga sipil.

Atau jika seandainya warga sipil Palestina benar-benar hendak terlibat mendukung Hamas, mereka seharusnya mencontoh warga sipil di Kerajaan Kelungkung atau Kerajaan Badung (Bali) ketika dulu menghadapi tentara VOC. Mereka dengan sadar menghadapi situasi dan resiko perang dengan segala konsekwensinya. Bahkan ketika benar-benar terdesak, mereka seluruh warga sipil, dari anak-anak, perempuan hingga kakek-nenek akhirnya kompak dan serempak maju menghadapi tentara VOC dengan melakukan puputan (perang habis-habisan) dengan senjata apa adanya sampai mati tak tersisa. Semua dilakukan tanpa tangis, tanpa kecengengan, tanpa menghiba-hiba perhatian atau belas kasihan orang lain.

Atau, jika misalnya Israel itu memang benar-benar merupakan komunitas keterlaluan di dunia, apa sih susahnya jika misalnya seluruh dunia serempak menghukumnya, mengucilkannya, dst. Atau apa sih susahnya jika seluruh negara-negara Arab, Mesir, Iran dan yang lainnya kompak membantu Palestina menggempur dan melenyapkan Israel?

Jadi ini adalah ngguyu!

Maka saya tidak punya pendapat apa-apa. Saya tidak mau terprovokasi dengan pura-pura membela atau menyalahkan salah satunya. Terutama saya tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi di sana hampir sepanjang abad ini. Saya selama ini hanya mendengar sepotong-sepotong. Tuhan Yang Maha Tahu saja tidak mau ikut campur dan membiarkan drama ini terus terjadi!
nanoq da kansas

21 komentar:

Ciamis manis mengatakan...

Tapi masalah peperangan xg terjadi ini tanpa melihat sisi kemanusiaan kang

Doa di Putik Kamboja mengatakan...

aduuhhh,.. piye ya... jika kedua negara hanya bermain-main lalu bagaimana para korban perang bli? jika mereka pura-pura aduuhhh,... betapa kejam! kejam! sedang mereka yang di sini mencoba membela dengan pendapat-pendapat mereka kenapa tak melakukan hal yang lebih konkret misalnya sekalian saja mendaftar sebagai pasukan di medanlaga atau menyumbang apalah?
udah bli g tau. gak tau.

saya hanya ingin mengatakan berhentilah melakukan penindasan terhadap rakyat sipil. kasian mereka yang tak tahu apa-apa mati mengenaskan, mereka yang tiba-tiba saja menjadi seorang berseragam dengan syarat menanggalkan baju kemanusiaannya.
korban perang hanya rakyat dan tentara.

Pak de'a mengatakan...

Sebuah pendapat yang sangat mendebarkan..ya bikin saya sadar, bahwa selama ini saya memandang Israel-Hamas begitu rumit. Tidak sesederhana yang akang Nanoq jabarkan. Mengena buanget???

Makasih ya..?, Hehe saya baca berulang-ulang nich pokoknya asyik n keren. Bravoooooooooo

NB : Postingannya tidak perlu dikomentari lagi, karena menurut saya tak ada yang tak terbantah!!

wendra wijaya mengatakan...

Hmmmmm... sungguh tulisan dengan logika dan pola pikir yang sangat sederhana...

Gak bisa berkomentar di sini..

Yupz!!

The Dexter mengatakan...

Saya jadi malu bang, sepertinya harus buka mata lebih lebar lagi.

Oh iya bang, puisi2nya masih disusun. Insya Allah besok malam abang sudah terima dari saya.
Terima kasih.

-G- mengatakan...

Saya... BAHAGIA membaca tulisan ini, baru kali ini saya sepenuh hati sumringah, sebab apa? Sebab topeng2 dibukakan, kedok dimentahkan, memang bli Nanoq, hanya org teater yg bisa membaui bau teater juga, hahahaa... Dunia ini panggung sandiwara, dan saat ini mereka yg sedang berlaga di atas panggung, para pembesar menjadikan rakyatnya korban demi agar mencoreng nama pihak yg lain.. Hmm... Terimakasih sudah melihatnya dari sudut ini, dari relung hati paling dalam saya menghembuskan nafas lega.

tyas mengatakan...

jadi... mereka menikmati itu mas..? tapi nggak bijak dong kalo sampe mengorbankan banyak anak2 n org2 yg tak berdosa kayak gitu...

yah, silahkan lah utk menikmati drama buatan mereka sendiri.. tapi lebih bagus lagi kalo berita ttg para korban itu juga cuma rekayasa.. jangan beneran...

Sang Lintang Lanang mengatakan...

....Perang, bagi Israel dan Palestina akhirnya adalah sebuah cara hidup, sebuah way of life yang mereka pilih agar tetap eksis di bumi sembari menikmati uang berlimpah yang mereka dapatkan dari para sponsor masing-masing...

he3... setuju sekali mas nanoq..

@ ciamis manis:
lha memang ada 'perang yang manusiawi?' :)

jer mengatakan...

hmm.. sudut pandang yg asik mas nanoq!

apa enaknya perang? apa jeleknya damai?
mereka itu ga bisa jawab.

tukang Nggunem mengatakan...

Kalo begitu mari kita tonton sambil ngemil kacang dan nyeruput kopi panas, kurang tokoh heroik macam rambo persis deh kayak produksi holiwut...hehehehe

boykesn mengatakan...

pernah mendengar kelompok musik KAMPUNGAN...? Nah, siapa saja yang bermain drama...?

haris mengatakan...

mas nanoq, dari mana anda tahu kalo Tuhan yang Maha Tahu membiarkan tidak mau ikut campur?

burhanshadiq mengatakan...

tetapi mas justru ketika anda berpendapat seperti ini karena anda sangat menikmati posisi anda untuk tidak berpendapat, tidak memihak, tidak terprovokasi, atau malah bahkan dalam bahasa yang lebih ekstrem tidak peduli.

balidreamhome mengatakan...

Kalau saya tidak berpendapat tetapi menyarankan; buatkan satu arena tajen yang maha besar dan luas, trus masukkan hamas dan tentara israel yang sebenarnya lebih baik jadi fotomodel (soalnya saya lihat dikoran ternyata tentaranya cuantik - cuantik) walaupun hatinya penuh dengan nafsu berperang, kalu aja baru digigit anjing rabies :-)

Terus yang nonton anak2 yang baru saja kena pecahan bom, rudal, mortir dan lain - lain yang masih diperban dan sebagainya sehingga mereka akan seditkit terhibur ....

Kalau mereka udah ngerasa capek dan sakit semua mungkin mereka alan brenti dengan sendirinya, semoga....

Suksma kirimannya bro, berdebar - debar menunggu nih :-)

nanoq da kansas mengatakan...

to HARIS:
aku meyakini Tuhan yang tidak sekedar simbol dan penuh janji. dan aku menyaksikan dari sini perang serta kematian di sana itu terus saja TERPELIHARA DENGAN BAIK oleh para manusia keduabelah pihak.

to BURHANSHADIQ:
mungkin sudah tak terhitung banyaknya orang yang peduli, yang merasa peduli, yang pura-pura peduli, toh tak menjadikan keadaan lebih baik dari dulu hingga hari ini di sana.

kemarin saya nonton berita di TV bahwa Usamah bin Laden menyerukan JIHAD ke Gaza. tetapi dimanakah dia selama ini? pernahkah tangannya yang halus mulus itu ikut membasuh darah dari luka-luka warga di Gaza? adakah tangannya yang halus mulus itu pernah ikut membopong mayat lunglai tercabik-cabik di Gaza?

dibandingkan dengan dia misalnya, pastilah saya sangat tidak peduli. dan juga, dibandingkan dengan dia misalnya, pastilah KAMI sama-sama saling sangat menikmati!

JelajahiDuniaEly mengatakan...

penginnya sih dua-duanya berdamai, hewan saja bisa kok masak manusia nggak ?

boykesn mengatakan...

mungkin saya sedikit dapat menangkap apa yang nanoq maksudkan, walau secuil:
Berentilah perang!! Dan lanjutkanlah, jika yang berperang adalah yang memiliki keahlian perang. Bukan suka perang tapi sembunyi dibalik tameng yang tidak menyukai atau yang tanpa punya keahlian perang. Berperanglah di zone netral tanpa melibatkan siapa-siapa....

techlink mengatakan...

menang atau kalah..
mereka sama2 kehilangan nyawa..
kehilangan rasa..
kehilangan nurani...
kehilangan harta benda...
demi "kepentingan" masing2 yang dibungkus kata "kebenaran"...

Mereka semua kalah!

dea mengatakan...

untuk itu marilah menari....
karena perang itu tetap ada
dan Tuhan itu tidak pernah berubah

Masih kayax dulu..
Mempertahankan yang baik dan buruk
tetap seiring sejalan, sesuai dengan KehendakNya
Jadilah.....!!

habbats ramdhan mengatakan...

Terima Kasih sudah posting artikel yang bermanfaat. Semoga Sukses dan Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini
MaduHabbatussaudaJual Minyak HabbatussaudaMinyak ZaitunProduk HabbatsProduk HerbalObat HerbalHabbatussauda Dosis TinggiHabbats.co.idHabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwareMadu Anak SuperMadu Anak CerdasJual Madu Anak SuperPusat Jual Madu Anak SuperJual Madu SuperMadu Anak SuperJual Madu AnakToko Madu AnakAgen Madu Anak SuperDistributor Madu Anak Super

situs poker mengatakan...

Agen Bola
Agen Poker
Agen Sbobet
Agen Judi Bola
Bandar Bola
Situs Taruhan Bola
Website Taruhan
Website Taruhan
Agen Bola
Agen Poker
Bandar Bola
Agen Bola

Posting Komentar