Gaib yang Senantiasa Memesona

LAUT bergelora menyerupai irama kota tumpah darahku. Kotaku yang senantiasa berjiwa muda. Penataan hidup yang senantiasa tak pernah rampung. Jalan-jalan digeser dan ditumpuk seenaknya. Gedung-gedung dibangun lalu dirobohkan kembali beberapa saat setelah menciptakan romantika plastik di bawahnya. Sahabat-sahabatku untuk sementara sempat menikmati pekerjaannya. Artinya, sahabat-sahabatku berkesempatan menjadi buruh, loper koran, tukang parkir, preman, pedagang kaki lima, wartawan atau pelacur. Maksudnya, mereka mendapat kesempatan menikmati hasil jerih payah sendiri. Habis, apa lagi yang paling berharga kecuali keringat sendiri? Berharap sedekah dari orang lain, sama saja artinya dengan mengutuk diri sendiri menjadi seekor ayam broiler, lahir dalam kehangatan, gemuk dan molek selama tiga puluh kali dua puluh empat jam, lalu pagi-pagi sekali telah menjadi penambah isi kakus atau penambah cemar air kali pinggir kota.

Air kali pinggir kota juga bagian dari laut. Warnanya hitam dan berbuih coklat. Di sanalah anak-anak sahabatku mandi, gosok gigi dan keramas. Mereka sesungguhnya membutuhkan kolam renang, tapi tak sanggup membayar. Jadi, kolam renang tak perlu dibangun. Kotaku tak butuh kolam renang. Yang merasa perlu, silahkan datang ke supermarket. Belilah kolam renang di sana. Ditanggung tak akan ketularan panu.

Tapi seorang tetanggaku mati bukan karena panu. Seorang Ahli yang paling baik di kotaku mengatakan, ia mati karena tubuhnya kekurangan zat hati nurani, sehingga sekujur tubuhnya kering kerontang bagai pelepah daun kelapa di musim kemarau yang sangaaaaaaaaaaat panjang. Sayang sekali, peristiwa itu luput dari liputan media massa. Padahal peristiwa itu menimbulkan perkabungan yang sangat dalam bagi penduduk di kotaku. Saat pemakamannya, tidak kurang dari seratus ribu orang menangis sampai kesurupan. Mereka meraung-raung sambil membanting-banting diri di sepanjang jalan. Dan walaupun tidak kurang dari dua ratus ribu pasukan keamanan diturunkan untuk mengantisipasi peristiwa tersebut, dampak yang ditimbulkan tetap juga lumayan. Sebuah jembatan hancur dan tidak bisa dipakai lagi. Ratusan toko-toko milik pribumi dan nonpribumi hangus terbakar. Puluhan bank swasta dan bank milik pemerintah yang menjadi kepercayaan masyarakat juga hancur dan uangnya dinyatakan lenyap entah kemana. Ratusan kendaraan mewah dan tidak mewah hangus atau ringsek. Terakhir, seorang bapak yang terpandang dan terhormat di kotaku putus jantungnya.

Sekali lagi, sayang sekali peristiwa itu luput dari liputan media massa. Yang ngeh justru sebuah perusahaan rekaman. Perusahaan itu mengerahkan seluruh kekuatan laskar industrinya untuk merekam peristiwa itu. Maka seminggu setelah kejadian, toko-toko kaset di kotaku dipenuhi lagu-lagu yang meraung-raung. Radio-radio SW, MW dan FM di kotaku menyiarkan lagu-lagu yang meraung-raung. Televisi-televisi VHF dan UHF di kotaku menayangkan lagu-lagu berikut video klip yang meraung-raung dan membanting-banting diri.

Maka kotaku meraung-raung. Tiang-tiang listrik dan tiang-tiang telepon meraung-raung dan membanting-banting dirinya sepanjang jalan. Bus-bus, truk, bemo, taksi, oplet, sepeda motor dan sepeda gayung meraung-raung dan membanting-banting dirinya sepanjang jalan. Kotaku meraung-raung dan membanting-banting diri.

O, misteri yang senantiasa tak terpecahkan. Gaib yang senantiasa memesona. Seperti laut. Dan kotaku menyerupai laut. Dan aku sebutir pasirnya.

Suatu hari seorang sahabatku datang dan mengeluh.
“Di sini gerah sekali.”
“Ya,” jawabku.
“Udara sumpek dan kotor.”
“Ya.”
“Pohon harus ditanam lebih banyak lagi.”
“Ya.”
“Pohon sangat penting bagi umur panjang manusia.”
“Ya.”
“Pohon dan manusia sama-sama penting.”
“Ya.”
“Untuk keseimbangan, binatang juga penting.”
“Ya.”
“Jadi, di sini harus ditambah lagi populasi manusia, pohon dan binatang.”
“Ya.”

Maka ribuan bayi manusia, bayi pohon dan bayi binatang lahir lebih banyak lagi dalam setiap kesempatan. Kotaku menjelma jadi kebun manusia, kebun pohonan dan kebun binatang. Rambu-rambu lalu lintas jadi kacau balau. Rambu-rambu manusia dilanggar oleh para pohon dan para binatang. Rambu-rambu pohon dilanggar oleh para manusia dan para binatang. Rambu-rambu binatang dilanggar oleh para manusai dan para pohon.

Seminar mesti diselenggarakan. Keadaan sudah sangat mendesak bahkan darurat. Nyaris tak bisa lagi dibedakan mana manusia, pohon atau binatang. Tidak ada suatu ciri yang cukup jelas untuk memecahkan persoalan tersebut. Ketika seminar dilaksanakan, para manusia, para pohon dan para binatang berbaur dalam satu ruangan.

Untunglah dalam seminar hadir Seorang Ahli, temanku yang dulu mengusulkan agar kota dibuat menjadi tambah sejuk itu. Ia adalah Seorang Ahli yang tadi aku bilang paling baik di kotaku.

“Betapapun, tetap ada perbedaan yang mendasar antara manusia, pohon dan binatang,” katanya lantang. “Jika secara lahir perbedaan itu sekarang sulit dilacak, kita masih bisa menyelidikinya dari dalam. Saudara-saudara peserta seminar saya mohon tidak tersinggung. Saya mohon kesediaannya, setiap orang secara sukarela maju untuk kami periksa ciri kemanusiaannya.”
“Huuuuuuu...,” sambut peserta seminar sambil bertepuk tangan.
“Sekali lagi saya tekankan, tetap ada perbedaan yang mendasar antara manusia, pohon dan binatang. Tegasnya, pada manusia kita akan menjumpai suatu unsur pokok yang bernama zat hati nurani. Pada pohon dan binatang tidak.”
“Huuuuuuuu.......”
“Nah, sekarang kita tak perlu khawatir dan bingung. Saya bersama tim khusus yang menangani kasus ini, telah menciptakan sebuah alat pendeteksi yang akan memeriksa saudara-saudara. Barang siapa nanti dalam pemeriksaan terbukti tidak memiliki zat hati nurani tersebut, berarti dialah yang bukan manusia. Maka bagi yang terbukti bukan manusia, saya mohon meninggalkan ruangan ini.”

Seketika itu juga seluruh peserta seminar maju untuk memeriksakan dirinya. Setiap tubuh yang sudah tidak bisa dibedakan lagi mana manusia, pohon dan binatang itu dibaringkan di atas meja. Lalu tubuh-tubuh itu diikat, ditempel, dijepit, dan ditusuk dengan kabel-kabel. Kabel-kabel itu konon akan mentransfer gelombang kehidupan tubuh-tubuh mereka ke sebuah scaner yang lalu menransfernya pula ke sebuah layar bening yang besarnya sama dengan ruangan seminar itu.

Setelah semuanya siap, Sang Ahli itu menekan tombol-tombol pengendali yang jumlahnya mungkin ribuan. Beberapa saat semua menunggu dengan tertib dan aman.

Tapi aneh dan ajaib. Layar bening itu ternyata tak menunjukkan apa-apa. Layar bening itu hanya bening saja. Bergeming walau telah diutak-atik Sang Ahli. Suasana jadi mendadak gerah. Seluruh peserta seminar yang diperiksa itu mulai mengeluarkan suara geremeng-geremeng tak jelas. Tapi untunglah sekali lagi Sang Ahli cepat tanggap. Sebelum peserta seminar habis kesabarannya, dia berteriak lantang: “Ini kecelakaan! Saudara-saudara sekalian sama sekali tidak terlibat!” Lalu seminar ditutup.

Keesokan harinya, seluruh media massa di kotaku hadir dengan headline yang sama: TELAH HILANG: HATI NURANI!

Kotaku kembali berkabung. Kotaku kembali meraung-raung dan membanting-banting dirinya. Gedung-gedung dibangun untuk dirobohkan kembali. Jalan-jalan ditumpuk dan digeser seenaknya. Ribuan bayi manusia, pohon dan binatang lahir lebih banyak lagi dalam setiap kesempatan. Kotaku menjelma jadi kebun manusia, kebun pohonan dan kebun binatang. Rambu-rambu lalu lintas jadi kacau balau. Kotaku menjadi laut. Laut bergelora. Misteri yang senantiasa tak terpecahkan. Gaib yang senantiasa memesona...

suatu hari
nanoq da kansas

12 komentar:

JengSri mengatakan...

daku kok masih mikir2 apa dibalik semua itu ya...(hmmm, merenung didepan laptop,hehehe)

suryaden mengatakan...

Zat itu memang telah manjadi langka, sepertinya memang sudah kehilangan gairah pula untuk menempel di sanubari para manusia, makanya saya lebih suka menjadi siluman saja... biarlah para manusia itu membeci sekelompok siluman yang memiliki zat nurani dan keikhlasan hati...

boykesn mengatakan...

noq, apa judulnya memang seperti itu..tanpa "P" ?
Ah, mungkin juga judul tak penting...
kotamu kotaku juga, saya amat menyukai jika melihat bangsa ini di mulai dari kota kita dan tulisanmu...
tks..

Ing mengatakan...

hmmmm ....

Putra Sigit mengatakan...

wah zat hati nurani..apakah aq mempunyainya.bila tidak, lalu harus bagaimana aq..

aku harus mencari zat hati nurani itu, supaya tak kekurangan

come n share mengatakan...

Dua sifat manusia yang "bisa" saling bertolak belakang..logika dan hati nurani.Jika logika hilang,tinggal hati nurani ini masih lebih baik jika hati nurani yang hilang..
sukses mas...salam untuk desa nun jauh bagi saya:) tetapi tetap dihati..

melati mengatakan...

apa memang kebanyakan manusia telah kehilangan hati nuraninya? Semoga kita adalah bukan bagian dari "kebanyakan" itu... yah, mungkin ini yang disebut akhir zaman...

Ratu Gumelar mengatakan...

Jati ning diri manusia, esensinya yang sejati, ya hati nurani...
Namun bersamaan dengan diciptakannya, diciptakan pula yang bernama ego, alias nafs...
Menyamar jadi diri bahkan mengambil alih sang diri...
Dan Sang Nurani pun terasing dan tersembunyi...

Itik Bali mengatakan...

Semoga kita tak pernah kehilangan hati nurani dalam menilai sesuatu
salam kenal ya mas Nano..

JengSri mengatakan...

Aloha beliiiiiii!

habbats ramdhan mengatakan...

Terima Kasih sudah posting artikel yang bermanfaat. Semoga Sukses dan Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini
MaduHabbatussaudaJual Minyak HabbatussaudaMinyak ZaitunProduk HabbatsProduk HerbalObat HerbalHabbatussauda Dosis TinggiHabbats.co.idHabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwareMadu Anak SuperMadu Anak CerdasJual Madu Anak SuperPusat Jual Madu Anak SuperJual Madu SuperMadu Anak SuperJual Madu AnakToko Madu AnakAgen Madu Anak SuperDistributor Madu Anak Super

situs poker mengatakan...

nice sharing, gan :)

Agen Bola
Agen Poker
Agen Sbobet
Agen Judi Bola
Bandar Bola
Situs Taruhan Bola
Website Taruhan
Website Taruhan
Agen Bola
Agen Poker
Bandar Bola
Agen Bola

Posting Komentar