Lomba Desa

Ini alibi! Alibi saya kenapa beberapa hari tidak ngeblog dan otomatis tidak bisa bertegur sapa dengan sahabat-sahabat blogger.

Bahwa, desa saya, Desa Candikusuma yang nyempil di bagian barat Pulau Dewata, harus mengikuti Lomba Desa Terpadu mewakili kecamatan. Hanya mewakili kecamatan, tetapi repotnya sama dengan jika seandainya mewakili provinsi ke tingkat nasional. Bahwa, saya bersama seluruh anggota keluarga yang ada di Dusun Senja yang menjadi bagian dari desa kami, sejak jauh-jauh hari diperintah oleh Pak Kepala Desa untuk menyiapkan segala sesuatu, terutama melengkapi dan mengelola semua potensi yang ada di rumah.

Dari kegiatan bersih-bersih lingkungan, menata pekarangan menjadi beberapa bagian seperti: areal apotik hidup, areal dapur hidup, areal taman, dan lain sebagainya, wajib dilakukan oleh seluruh warga masyarakat. Dan untuk keluarga saya, ini menjadi harga mati karena kebetulan adik saya yang bungsu menjadi Kelian Banjar (Kepala Lingkungan) di banjar kami. Logikanya, masak rumah kepala lingkungan keadaannya semrawut.

Persoalannya kemudian, saya yang merancang dan sekaligus menjadi mandor (hehehe…) untuk segala penataan di rumah, sejak dulu sudah menerapkan konsep “bebas” (tetapi tidak liar) di rumah. Saya tidak suka sesuatu yang tertata secara mapan. Maka, di Dusun Senja, sengaja kami tidak membuat blok-blokan untuk tanaman kami. Tidak ada areal khusus untuk tanaman obat, tanaman sayur, tanaman bunga, dsb. Saya dan keluarga sengaja membiarkan para pohonan itu tumbuh di mana saja mereka mau. Maka jadilah seperti ini: sebatang pohon cabe bisa tumbuh merdeka di bawah pohon kamboja bali, serumpun bayam merdeka untuk tumbuh di antara barisan mawar merah, serumpun cocor bebek bisa aman-anam saja menyelinap di bawah pohon bunga angsoka, pot tanaman kumis kucing saya gabung dengan pot cemara ekor tupai di teras depan. Sebatang pohon kates besar kami biarkan menjulang di halaman samping, agar burung-burung dan tupai yang setiap hari datang berebut kates matang di pohonnya itu dapat ditonton. Terutama bagi anak saya, Elang, yang kini berumur sembilan bulan, burung-burung dan tupai liar berebut buah kates matang itu merupakan tontonan yang sangat menakjubkan. Elang selalu tertawa bahagia sampai melonjak-lonjak setiap kali melihat pemandangan itu.

Sebagai petani, rumah kami juga menyatu dengan kebun. Di sekeliling rumah kami adalah rerimbunan yang terdiri dari pohon coklat (kakao), rumpun-rumpun pisang, pohon rambutan dan kelapa yang telah ditanam mendiang kakek dan nenek kami 50 tahun lalu. Dan saya, sengaja tidak membangun pagar atau tembok untuk membatasi pekarangan rumah dan kebun. Pokoknya menyatu.

Dan inilah persoalan selanjutnya. Bahwa konon pekarangan rumah harus jelas batasnya dengan kebun. Bahwa sebuah rumah harus dibatasi pagar, entah tembok bata atau beton, entah pagar dari bambu atau kayu, pokoknya ada batasnya. Ini juga menjadi salah satu kriteria rumah yang layak menurut aturan lomba desa itu. Tapi saya ngotot. Pokoknya tidak ada pagar di sekeliling rumah kami! “Saya tidak mau kompromi tentang hal ini!” Demikian saya berseru ketika saya diberi tahu kriteria itu. Sebagai konsekwensinya, saya pun harus kerja ekstra mengatur ulang lagi tempat tumpukan stok kayu bakar, mengurangi beberapa rumpun pisang, memangkas daun-daun coklat yang terlalu rimbun dan seterusnya.

Dua minggu terakhir ini juga merupakan rangkaian hari raya bagi umat Hindu Bali di Indonesia. Pertama Hari Raya Galungan, kemudian Nyepi, terakhir Sabtu 28 Maret yang lalu adalah Hari Raya Kuningan. Kesibukan hari raya ini otomatis menambah lagi kesibukan untuk persiapan lomba. Belum lagi beberapa calon anggota legilatif (caleg) silih berganti bertamu ke rumah jualan kecap. Hhhh…, waktu untuk menata rumah jadi terasa begitu sempit.

Dua hari menjelang lomba desa, tepatnya Senin 30 Maret lalu, Ibu Camat (istri Pak Camat maksudnya), mendadak menginstruksikan bahwa rumah kami (Dusun Senja) dijadikan salah satu rumah contoh dalam lomba desa itu. Adik saya yang menjadi Kelian Banjar tak berkutik.
“Bli Nok, bantu ibu menyiapkan dan menata isi rumah dan dapur! Meja, kursi, rak buku, jangan sampai berdebu! Carikan tempat khusus untuk menyimpan mainan anak biar tidak berantakan. Buku-buku dan majalah Bli Nok yang berserakan itu tolong ditata lagi. Koran-koran lama di singkirkan! Oya, buatkan daftar menu harian dan tempel di dekat pintu dapur kita. Satu lagi, buatkan buku tamu dan isi saja sembarangan dalam rentang waktu dua bulan terakhir ini! Maaf Bli Nok, saya dan istri gak bisa bantu di rumah. Saya harus lembur di kantor desa. Masih banyak pembukuan dan data-data penduduk yang belum beres! Istri saya harus keliling ke rumah-rumah warga. Malamnya dia harus latihan paduan sauara PKK di kantor desa. Sorry ya, Bli Nok ya… ” demikian adik saya yang terhormat itu. Grrrrrrrrrrrr….!!! Saya marah, tetapi langsung lemas. Dia mengeluarkan perintah itu persis satu jam setelah istri saya bertolak dari rumah untuk pulang ke rumah orang tuanya selama seminggu. Matilah saya! Tidak mungkin saya membatalkan “liburan” istri saya!

Wahai para sahabat saya tercinta semua, jadi begitulah nasib saya beberapa hari terakhir ini. Saya tenggelam sebagai seorang warga masyarakat desa yang harus mendukung sepenuhnya desa saya tercinta untuk mengikuti Lomba Desa Terpadu Tingkat Kabupaten, yang penilaiannya dilaksanakan hari ini, Rabu 1 April 2009. Semua ini telah membuat saya tidak bisa ngeblog semenit pun beberapa hari ini. Sampai akhirnya tadi pagi, setelah membantu ibu di dapur menyiapkan menu (anjuran pembina lomba) berupa: sup kelor dengan santan, sambal terasi bakar, tempe dan tahu goreng, pepes udang kecil-kecil dan sesisir pisang matang di pohon, saya bergegas mandi. Saya kabur ke kantor. Saya tidak mau menunggu tim penilai itu datang ke rumah. Saya ingin ngeblog! Halloooo, saya datang….!
nanoq da kansas

12 komentar:

Linda Belle mengatakan...

pertamaxx kah?
hahah...bli' caleg2 pada jualan kecap yak??
moga2 menang ya bli' lombanya, udh cape2 gitu...
ayoo semangat lg ngeblogna!!

bdh mengatakan...

menang apa kalah bro? eh tapi penting gak sih menang atau kalah .... saya rasa semuanya menang karena jadi punya lingkungan yang lebih menyenangkan :-)

ingrid mengatakan...

hoho...warga desa yang baik rupanya. Sepertinya seru acaranya, mana pake kabur ke kantor n menyempatkan ngeblog segala pagi ini hihihi ;) Aku lagi pilek berat niy. Wish all is well with you.

boyke satria negara mengatakan...

selamat datang di dunia blog...jangan terlalu lama didunia nyata, banyak para mandor yang menunggu ngintip-ngintip..lalu lari terbirit-birit...ha..ha...
Lupakan.......!!! Semangat...!!!

JengSri mengatakan...

Horeeee, beliku dateng lagi untuk ngebloggggg!!! Welcome to cuap2 lagi beli :)!

melati mengatakan...

hi-hi... ingat waktu kecil dulu bantu ibu dan bapak; ada lomba semacam itulah... kalo jaman dulu ada karang taruna juga... sekarang masih ada gak ya...

Mentari mengatakan...

mas nanooooq....huwaaa...mauuu...sambeelx enaaaak..nyam2...tahu ma tempe gorengnya jg...hiks...jd kangeeen ma dusun senja..huwaaaaaaaaaaaaaaaa....

nona senja mengatakan...

trus bagemana hasilnya?sudahkah keluar?
betewe
doh jadi pengen makan masakan itu, bli noq. aku jadi lapar. duh mana tengah malam begini tak ada yang jual...hwaaa

www.katobengke.com mengatakan...

wah aku salut ma kamu....
jarang lo anak muda kayak kamu mau kerjakan hal seperti itu......
moga menjadi pemenang yah....

perjalananmatahari mengatakan...

wah kalau gitu aq dukung desa kamu jah.....
moga mnjadi yang terbaik...semangat...semangat

habbats ramdhan mengatakan...

Terima Kasih sudah posting artikel yang bermanfaat. Semoga Sukses dan Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini
MaduHabbatussaudaJual Minyak HabbatussaudaMinyak ZaitunProduk HabbatsProduk HerbalObat HerbalHabbatussauda Dosis TinggiHabbats.co.idHabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwareMadu Anak SuperMadu Anak CerdasJual Madu Anak SuperPusat Jual Madu Anak SuperJual Madu SuperMadu Anak SuperJual Madu AnakToko Madu AnakAgen Madu Anak SuperDistributor Madu Anak Super

situs poker mengatakan...

Mantap gan artikel nya :)

Agen Bola
Agen Poker
Agen Sbobet
Agen Judi Bola
Bandar Bola
Situs Taruhan Bola
Website Taruhan
Website Taruhan
Agen Bola
Agen Poker
Bandar Bola
Agen Bola

Posting Komentar